Laboratorium ipa ialah
tempat untuk melatih mahasiswa dalam hal keterampilan melakukan praktek,
demonstrasi, percobaan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Laboratorium yang dimaksud di sini tidak hanya
berarti ruangan atau bangunan yang dipergunakan untuk percobaan ilmiah,
misalnya dalam bidang sains (science), biologi, kimia, fisika, teknik, dan
sebagainya; melainkan juga termasuk tempat aktivitas ilmiahnya sendiri baik
berupa percobaan/eksperimen, penelitian/riset, observasi, demontrasi yang
terkait dalam kegiatan belajar-mengajar. Dengan kata lain “laborary work”
adalah kegiatan (kerja) ilmiah dalam suatu tempat yang dilakukan oleh mahasiswa
atau guru/dosen atau pihak lain, baik berupa praktikum, observasi, penelitian,
demonstrasi dan pengembangan model-model pembelajaran yang dilakukan dalam
rangka kegiatan belajar-mengajar
Adapun fungsi dari ruangan laboratorium
IPA/ sains antara lain sebagai berikut;
1.
Tempat
pembelajaran IPA/sains dan memberikan keterampilan-keterampilan.
2.
Tempat
interaksi teman-teman baru, baik teori-teori maupun benda-benda teknologi baru
dan keterampilan-keterampilan.
3.
Tempat
display atau pameran.
4.
Tempat
mempraktikkan dan membuktikan benar tidaknya (verifikasi) faktor-faktor gejala-gejala
tertentu.
5.
Tempat
berlangsungnya kegiatan pembelajaran Biologi secara praktek yang memerlukan
peralatan khusus.
6.
Laboratorium
sangat penting bagi pembelajaran IPA di sekolah karena banyak materi IPA
khususnya Biologi yang harus di lakukan dengan kegiatan praktikum. Kegiatan
laboratorium (praktikum) merupakan bagian integral dari kegiatan belajar
mengajar Biologi.
7.
Laboratorium
merupakan tempat, gedung, ruang dengan segala macam peralatan yang diperlukan
untuk kegiatan ilmiah, selain itu laboratorium merupakan sarana media di mana
di lakukan kegiatan belajar mengajar Biologi terutama praktikum.
Salah satu alternatif pengelolaan laboratorium IPA di sekolah
dapat digambarkan sebagai berikut :
1) Mengelola bangunan dan fasilitasnya..
- Perabot laboratorium
- Instalasi listrik
- Instalasi air
- Instalasi gas
- Lingkunagn sekolah
2) Mengelola alat-alat laboratorium.
- Perencanaan (jumlah
dan jenis alat yang ada)
- Desain ruang sesuai
dengan alat yang ada
- Penetapan alat yang
telah diidentifikasi
- Mengadministrasikan
alat-alat yang ada
- Penggunaan alat secara
ruti/periodic
3) Mengelola bahan pratikum.
- Mengidentifikasi
jumlah bahan yang dibutuhkan
- Mempersiapkan tempat
penggunaan dan penyimpanan bahan praktikum
- Pengadministrasian
bahan yang habis/sisa praktikum
Didalam pengelolaan bahan praktikum yang sangat penting
diperhatikan adalah keselamatan alat, bahan, dan personil pengelola.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar